SAWAHLUNTO – Di bawah langit Rabu (11/03), Kota Kuali menunjukkan taringnya. Sebuah komitmen besar untuk memulihkan martabat lingkungan dan supremasi hukum ditegaskan melalui operasi penutupan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Dipimpin langsung oleh Kapolres Sawahlunto, AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H., genderang perang terhadap perusakan alam resmi ditabuh dalam sebuah apel besar yang bukan sekadar seremonial.

Sinergi di Garis Depan

Operasi ini bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan simfoni kolaborasi. Di samping jajaran kepolisian, tampak hadir Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama jajaran DPRD dan Forkopimda. Kehadiran Tim Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat di lapangan menjadi penegas bahwa penertiban ini dikawal dengan prosedur teknis yang presisi dan profesionalisme tingkat tinggi.

“Ini adalah jawaban atas keresahan masyarakat. Kami bergerak untuk menyelamatkan aset alam Sawahlunto dari luka permanen akibat tambang ilegal,” tegas AKBP Simon dalam arahannya yang lugas.

Restu Adat dan Suara Pemuda

Ada pemandangan tak biasa di lokasi operasi. Penutupan titik-titik PETI ini tak hanya dikawal bedil dan lencana, tapi juga didampingi oleh para Ninik Mamak, tokoh masyarakat, hingga pemuda setempat. Kehadiran para pemangku adat ini mengirimkan pesan sosiologis yang kuat: Masyarakat Sawahlunto menolak tanah ulayat mereka dijarah secara ilegal.

Wali Kota Riyanda Putra memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat Polri. Baginya, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan solusi. Pemerintah Kota berkomitmen untuk merumuskan alternatif ekonomi baru bagi warga agar roda kehidupan tetap berputar tanpa harus mencederai alam.

Menjaga Nafas Situs Warisan Dunia

Lebih dari sekadar menutup lubang tambang, tim gabungan juga menyisipkan edukasi preventif. Warga diingatkan akan bahaya laten bahan kimia dan alat berat yang mengancam ekosistem sungai. Sebagai kota yang menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO, menjaga kelestarian lingkungan adalah harga mati.

Operasi besar ini diharapkan menjadi titik balik—sebuah deterrent effect bagi para pemain ilegal sekaligus upaya memulihkan ketertiban umum. Sawahlunto sedang bersiap kembali ke fitrahnya: indah, tertib, dan berkelanjutan.(*)
 
Top